Sebagamaina telah dijelaskan pada tulisan lain di website ini bahwa die-casting merupakan salah satu metode pengecoran logam guna membuat cetakan. Proses ini di dunia industri otomotif disebut Dies. Mold-mold yang digunakan dalam metode ini bisa digunakan ulang. Dunia industri menggunakan metode ini untuk memanufaktur bermacam bentuk rangka-cetak, bahkan yang lebih kompleks. Adalah sangat penting bentuk produk yang diproduksi ditentukan terlebih dahulu, apapun tekstur permukaan objek produk casting dapat disukjeksikan ke bermacam bentuk pada tahap akhirnya, sesuai dengan kebutuhan. Metode die-casting ini banyak digunakan di banyak industri, mulai dari otomotiv hingga industri mainan anak. Dengan metode ini, pelaku industri dimudahkan untuk memanufaktur aneka bentuk produk, mulai dari produk kran-kran air maupun bentuk produk yang lebih kompleks seperti blok silinder.
Logam yang digunakan untuk proses die-casting secara umum harus masuk kategori logam non-ferrous; seperti aluminium, seng, tembaga dan sebagainya. Die casting menggunakan bahan aluminium sangatlah tidak umum sebab tidak semua pabrikan die casting mampu memanufaktur aluminimum dalam bentuk murni. Logam-logam ferrous lainnya seperti seng harus ditambhakan ke dalam aluminium, proporsi penambahan sangatlah menentukan.
Sejarah Die Casting
Metode cetak logam die-casting sebenarnya telah bermula sejak abad ke 18. Pada tahun 1838, untuk pertama kalinya mesin pembuat die-casting diciptakan. Perangkat tersebut saat itu digunakan pada industri percetakan untuk memproduksi movable type (semacam perangkat untuk teknik percetakan saat itu) . Meski perangkat die-casting diciptakan tahn 1838, hak patent untuk teknologi itu baru kantongi penemunya tahun 1849. Sturges adalah orang yang beruntung yang mendapatkan hak patent atas temuannya tersebut. Sementara itu Otto Mergenthaler memperoleh kepopuleran atas ciptaannya berupa mesin linotype pada tahun 1885. Versi yang sama dari mesin linotype masih banyak digunakan di dunia percetakan. Meskipun die-casting pada saat ini digunakan pada hampir semua industri, penggunaan awal die-casting hanya pada industri percetakan. Pada awal abad 19, produksi masal mesin-mesin die-casting dimulai.
Logam yang digunakan untuk membuat casting pada tahap awal produksi adalah tiner, timah dan bermacam campuran. Setelah penggunaan aluminium dan seng diperkenalkan ke proses casting, tiner dan timahpun mulai ditinggalkan. Semenjak itu perusahaan-perusahaan casting aluminium mulai berkembang.
Proses die-casting sejak itu pun berubah. Pada awalnya proses die-casting mengguanakan metode injeksi tekanan rendah, kini metode casting berinjeksi tekanan tinggi banyak digunakan.
Endurance Group – About the Author:
Krishna kshirsagar is associated with Endurance Group a leading aluminium die casting manufacturer Company. He is expert in the area of aluminium die casting companies.










